Di zaman yang serba modern, sudahkah anda mengetahui apa itu SSL pada Website? jika belum, anda wajib membaca artikel ini. Kecepatan arus informasi menjadikan segalanya serba canggih. Namun, sayangnya kecanggihan tekhnologi bisa disalah gunakan oleh siapa saja. Disatu sisi ada hacker yang siap sedia mencuri data kita. Sedangkan kita sendiri seringkali abai dan tidak berhati – hati. Lalu, apa hubungannya dengan SSL?
Layaknya sebuah brankas berisi uang, seluruh data kita juga harus diamankan. Tentu saja hal itu juga berlaku pada website kita. Nah disinilah, nanti kita akan membahas cara mengamankan website, salah satunya dengan cara SSL. Bukan hanya untuk pemilik website saja, seorang pengunjung juga harus tahu mana website yang aman dan bukan. Simak penjelasannya !
Apa itu SSL Pada Website?
SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer, yaitu tekhnologi perlindungan website untuk mengamankan data yang dikirim antara web server (pemilik website) dan browser (pengunjung ataupun klien). Tujuannya agar segala informasi tidak dapat sembarang digunakan oleh pihak lain yang tidak berwenang. Saat ini, SSL menjadi suatu standart website dikatakan aman dan profesional.
Jadi, apa itu SSL pada website? Pengertian singkatnya, SSL adalah perlindungan keamanan koneksi. Oleh sebab itu, segala hal yang terkoneksi dengan internet harus menggunakan SSL. Secure Socket Layer (SSL) sudah dikembangkan sejak tahun 1996, dan sudah 27 tahun berhasil menjaga kepercayaannya untuk perlindungan para pengguna internet.
SSL ini bentuknya adalah sertifikat SSL yang hanya diterbitkan oleh Otoritas Sertifikat atau CA (Certificate Authority). Contoh lembaga yang sudah diakui terpercaya dalam memberi sertifikat SSL antara lain Comodo, GlobalSign,dll.
Sertifikat SSL bekerja dengan cara mengubah bentuk data kedalam bentuk suatu kode acak rahasia yang disebut enkripsi. Kode rahasia ini hanya bisa terbaca dan diterjemahkan antara server dan browser tujuan. Selain itu, pengunjung perlu mengenali ciri website yang menggunakan SSL yaitu terlihat ikon berbentuk gembok pada kolom URL dan alamat berbentuk “HTTPS”.
Siapa Saja Yang Harus Menggunakan SSL ?
Secara garis besar SSL (Secure Socket Layer) ini berfungsi dan bermanfaat untuk perlindungan kemanan koneksi antara server dan browser. Setelah kita memahami apa itu SSL pada website, perlu kita ketahui juga siapa saja yang harus menggunakan SSL pada website. Maka, jawabannya adalah tentu saja setiap pemilik suatu website. Terlebih lagi website yang melibatkan transaksi didalamnya. Ini dia website yang harus memiliki Sertifikat SSL :
- Website E-Commerce, pada website E-Commerce sering melibatkan transaksi berupa nama, nomor telepon, alamat dan bahkan nomor kartu kredit.
- Website Pelayanan, setiap pelayanan tentu saja menggunakan informasi pribadi. Contoh website pelayanan seperti website perbankan atau keuangan, website sebuah rumah sakit, website jasa, dan website pelatihan atau kursus.
- Website Pemerintahan, biasanya website pemerintahan dibuat untuk memudahkan pelayanan publik. Didalamnya berisi informasi berupa arahan ke pembuatan akun, login pada platform atau pengajuan akses menggunakan data pribadi pengguna.
Kenapa Harus Menggunakannya?
Semoga pertanyaan apa itu SSL pada website sudah terjawab pada paragaraf sebelumnya. Kegiatan menjelajah internet seperti mengakses informasi atau melakukan transaksi tidak lepas dari aktivitas login pada mesin pencari. Selama terkoneksi dengan internet tidak jarang kita diarahkan untuk mengisikan data pribadi seperti password, nomor telepon, email, alamat bahkan kartu kredit.
Nah,disini akan kita bahas alasan kenapa kita harus menggunakan ssl adalah karena fungsi dan manfaat SSL dalam perlindungan data. Lebih jelasnya, ini fungsi dan manfaatnya !
Fungsi SSL Pada Website
Setelah kita mengetahui apa itu SSL pada website, kita juga harus mengatahui apa fungsi dari SSL pada website. Umumnya suatu fungsi erat kaitannya dengan suatu kinerja maupun proses. Berikut ini adalah 5 fungsi SSL pada website :
1. Memberi Perlindungan Data Pribadi
Perlindungan berupa enkripsi data web server sebagai penyedia atau pemilik website dengan browser yang merupakan data pengunjung atau klien. Enkripsi data dilakukan oleh SSL dengan mengubah data ke dalam kode acak rahasia yang hanya bisa dideskripsi antara web server dan pihak browser saja. Sehingga dapat dipastikan tidak ada yang bisa mengambil data tersebut.
2. Menyediakan Verifikasi
“Verifikasi email regristasi” pemberitahuan seperti ini pasti juga pernah anda dapatkan bukan?. Proses verifikasi identitas termasuk dalam proses autentikasi. Autentikasi website adalah proses verikasi identitas dengan tujuan untuk memastikan website yang diakses pengguna adalah asli. Selain itu, verifikasi juga memberikan pengawasan terhadap informasi, pengendalian fitur yang diakses dan pemantauan aktivitas.
3. Meningkatkan Kepercayaan Pengunjung
Website yang menggunakan ssl akan terlihat lebih profesional, dengan adanya tanda gembok, pengunjung sudah pasti tau bahwa laman ini dapat dipercaya. Apabila tidak ditemukan ikon gembok pada awal URL, biasanya dari mesin pencari akan memberi peringatan bahwa website tidak aman. Peringatan tersebut secara tidak langsung menurunkan tingkat kepercayaan pengunjung sehingga pengunjung tidak akan membuka website tersebut lagi.
4. Memenuhi Syarat Dan Aturan Industri
Contoh aturan industri yang mengharuskan website memiliki sertifikat SSL adalah HIPAA dan PCI. HIPAA atau singkatan dari Health Insurance Portability and Accountability Act merupakan peraturan federal yang mengatur informasi sensitif medis diberlakukan. Sertifikat SSL diperlukan untuk pengamanan, privasi dan pengendalian akses.
Sedangkan PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) adalah standar keamanan yang diterapkan oleh industri kartu kredit. Salah satunya menjadikan SSL sebagai suatu syarat peraturan bagi website yang melibatkan transaksi berhubungan dengan kartu kredit. Dampak buruk apabila kita tidak menggunakan sertifikat SSL adalah ketika terjadi masalah seperti pembayaran. Kita bisa dituntut dan mengganti kerugian transaksi tersebut.
Manfaat SSL Pada Website

Secara sekilas fungsi SSL dan manfaat SSL pada website akan terlihat sama. Namun, sesungguhnya hal ini juga memiliki perbedaan. Manfaat SSL lebih mengacu pada hasil yang didapatkan apabila menggunakan SSL pada website, sebagai berikut:
1. Data Pribadi Aman
Keamanan adalah yang paling utama. Pengguna website (browser) aman dari hacker dan pencurian data dan pemilik website aman dari kebijakan mesin pencari. Sejak tahun 2017 google sebagai salah satu mesin pencari menerapkan kebijakan dengan memblokir website yang tidak menggunakan sistem SSL karena dianggap tidak resmi dan membahayakan.
2. Memastikan Website Terbebas Masalah
Salah satu manfaat menggunakan ssl adalah sudah ada yang menjamin website terbebas dari masalah. Masalah tersebut dapat berupa data bocor, salah kirim informasi, website terblokir karena dianggap tidak tidak resmi dsb. Hal ini terhindari berkat fungsi SSL autentikasi dan enkripsi data.
3. Menjadikan Website Profesional
Bagaimana sebuah website dinilai profesional? Website profesional ditandai bentuk alamat “https” (Hypertext Transfer Protocol Secure) pada URL website. HTTPS lebih aman karena terdapat beberapa langkah tambahan dalam proses koneksi.
4. Menambah Kualitas SEO
SEO (Search Engine Optimization) sangat bergantung pada mesin pencari (Search Engine). Mesin pencari secara otomatis hanya akan menampilkan website yang memiliki sertifikat SSL di laman teratas. Penggunaan sertifikat SSL akan lebih mudah untuk meningkatkan kualitas SEO dan meningkatkan peluang website ditampilkan pada laman utama mesin pencari. Bingung
Proses dan Cara Kerja SSL
Sejak awal bahasan apa itu SSL pada website, sudah banyak disinggung mengenai cara kerja SSL adalah dengan enkripsi data. Tapi apakah semua data bisa diubah? sudahkah anda mengetahui proses dan cara kerja SSL? lebih jelasnya sebagai berikut :
1. Proses Negoisasi
Pada proses negoisasi diawali pengguna (browser) mengakses website untuk membentuk koneksi pertama kali dengan web server. Pengguna meminta server mengidentifikasi dirinya sekalgus meminta sertifikat SSL web server. Selanjutnya, web server dan browser akan berkomunikasi untuk menentukan algoritma enkripsi.
2. Proses Autentikasi
Proses autentikasi merupakan proses verifikasi untuk kedua belah pihak baik server maupun pengguna (browser). Web server akan mengirim salinan sertifikat SSL yang diminta pengguna. Kemudian pengguna akan memastikan validitas sertifikat pada Otoritas Sertifikat atau lebih dikenal dengan CA (Certificate Authority). Jika sudah tepat, dilanjutkan proses berikutnya.
3. Proses Eksekusi
Setelah sama-sama terverifikasi, akan dilanjutkan proses ketiga yaitu enkripsi data dan pembuatan kunci pribadi. Browser dan server membuat kunci untuk enkripsi data menghasilkan 2 kunci yaitu public key dan private key. Public Key bersifat umum untuk data yang dikirim sehingga bisa diketahui pihak lain. Private key bersifat rahasia, digunakan oleh penerima data. Nantinya Private Key hanya akan bisa dibuka oleh Public key.
4. Proses Pertukaran Kunci
Web server dan browser melakukan proses pertukaran kunci menggunakan Public Key dan Private Key untuk pertukaran data. Apabila dalam proses pertukaran data dan kunci ditemukan masalah. Maka akan secara automatis muncul keterangan berupa peringatan, krisis dan fatal. Selama tidak muncul keterangan “Not Secure” artinya proses masih bisa dilanjutkan.
Bagaimana apabila muncul keterangan fatal seperti “Not Secure” atau website tidak aman? maka kemungkinan terburuknya adalah proses dihentikan dan sertifikat dapat dicabut atau dibatalkan. Sementara apabila muncul keterangan berupa peringatan. Artinya proses masih bisa dilanjutkan hanya diperlukan penyesuaian berupa pembatasan atau perintah untuk perbaikan.
Masih dalam proses yang sama, jika tidak ditemukan masalah atau hal mencurigakan. Proses dilanjut dengan enkripsi data untuk pembuatan kunci bersama (Session Key)
5. Proses Enkripsi Data
Setelah dipastikan masing- masing kunci benar, berfungsi dengan baik dilakukan enkripsi data. Hasilnya berupa kunci yang baru untuk server dan browser. Setelah dihasilkan kunci baru maka Public Key dan Private sebelumnya sudah tidak berlaku lagi.
6. Proses Penyelesaian
Proses terakhir yaitu penyerahan data, deskripsi dan kunci baru bagi web server maupun browser. Setelah itu proses dinyatakan selesai, selanjutnya tinggal melakukan pemeriksaan berkala.
Jenis – Jenis SSL Berdasar Domain
Banyak macam Sertikat SSL pada website yang diterbitkan. Secara umum digolongkan dalam 2 kategori yaitu berdasarkan domain dan berdasar validasi Otoritas Sertifikat. Pada bagian ini akan kita perdalam apa itu SSL pada website fokus pada jenis SSL berdasar domain beserta contoh SSL dan penggunaanya.
1. Single Domain SSL
Sertifikat SSL Single Domain hanya melindungi satu domain saja. Apabila kita memilih untuk melindungi main domain, maka sub domain tidak turut terlindungi. Jenis Sertifikat single domain biasa digunakan dalam lingkup kecil dengan harga ssl lebih terjangkau.
Contoh SSL single domain : kita menggunakan sertifikat SSL untuk melindungi website temansatwa.com sebagai domain utama. Maka, hanya temansatwa.com yang terlindungi. Sub domain lain seperti blog.temansatwa.com tidak ikut terlindungi.
2. Wildcard SSL
Jenis Sertifikat Wildcard merupakan paling disukai. Pasalnya SSL wildcard sertifikat dapat melindungi main domain dan seluruh sub domain. Biaya perlindungan website menjadi lebih praktis karena tidak perlu membeli SSL untuk masing – masing domain. Hanya saja kelemahannya jika digunakan secara bersamaan pada seluruh server private key rentan diduplicate saat proses pengiriman data.
Contoh SSL wildcard : ketika kita membeli sertifikat SSL untuk melindungi website temansatwa.com maka seluruh sub domain juga terlindungi. Semisal kita punya sub domain blog.temansatwa.com, shop.temansatwa.com dan keluarga.temansatwa.com maka semuanya automatis ikut terlindungi. Jenis Sertifikat Wildcard cocok untuk website dengan sub domain yang banyak.
3. Multi Domain SSL
Jenis Sertifikat Multi domain ini beda lagi. SSL multi domain melindungi banyak main domain yang tidak saling berkaitan. Misalnya temansatwa.com, anakindo.com dan suarahati.com semua tidak berhubungan. Arti multi domain disini bukan berarti banyak atau tidak terbatas seperti wildcard sertifikat.
Jumlah domain tergantung dari penyedia sertifikat, dapat hanya 3-10 main domain atau ada juga yang mencapai 100 – 250 main domain. Penting untuk mengetahui jumlah multi domain penyedia sebelum membeli sertifikat SSL.
Jenis – Jenis SSL Berdasar Validasi
Jenis SSL berdasar validasi mengacu sejauh mana pemeriksaan CA dalam proses validasi dan otentikasi sertifikat. Bertujuan untuk mengevaluasi keabsahan, mengetahui seberapa baik dan mengetahui apa yang seharusnya dari suatu instrumen berjalan. Proses ini dibedakan menjadi 3 bagian yaitu ringan, sedang atau berat. Lihat penjelasannya !
1. SSL Domain Validation
SSL Domain Validation adalah sertifikat paling dasar. Memiliki fitur sederhana, prosesnya mudah dan cepat. Cukup dengan konfirmasi domain menggunakan email ke CA saja ssl sudah dapat diproses. Direkomendasikan bagi pengguna blog, freelencer maupun arsip portofolio.
2. SSL Organization Validation
Sedikit lebih baik dibanding Domain Validation, SSL Organization berada pada tingkat sedang. Banyak digunakan website pelayanan publik seperti pemerintahan, UMKM termasuk pemilik bisnis. Prosesnya sedikit lebih panjang, web server harus mengisi dan melengkapi data keabsahan. Data tersebut meliputi nama, alamat, status badan hukum berupa TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan Akta perusahaan. Semakin ketat, semakin panjang akan jelas semakin baik validitasnya
3. SSL Extended Validation
Disebut SSL paling aman dengan tingkat validitas paling baik. CA akan memeriksa secara lebih ketat, runtut dan lengkap. Tidak hanya kelengkapan dan keabsahan data seperti persayaratan pada Organization Validation namun juga dari latar belakang perusahaan secara rinci. Salah satu persyaratan SSL Extended Validation adalah perusahaan atau badan usaha setidaknya sudah berdiri minimal 2 tahun.
SSL Extended Validation dianjurkan bagi pemilik perusahaan besar dan website yang melibatkan transaksi maupun informasi sensitif. Tingkat enkripsi data tertinggi hingga 2048 bit menjadi kelebihannya. Kelemahannya hanyalah memerlukan waktu pembuatan sedikit lebih lama karena proses validasi dan otentikasi data yang banyak.
Cara Mendapatkan Sertifikat SSL
SSL pada website dibuktikan dengan adanya sertifikat SSL. Secara umum ada dua kategori yaitu pertama sertifikat SSL gratis dan kedua adalah sertifikat SSL berbayar. Cara Mendapatkan Sertikat SSL pada website akan kita bedakan dalam beberapa langkah. Berikut caranya:
1. Sertifikat SSL Gratis
Tersedia banyak pilihan dan cara untuk mendapatkan setifikat SSL gratis yang bisa kita coba. Rata – rata sertikat SSL gratis berlaku 3 bulan dan harus diperbarui secara berkala. Cara mendapatkannya akan beragam tergantung penyedia yang kita pilih, antara lain:
- Let’s Encrypt : melalui cPanel hosting atau instruksi manual
- CloudFlare SSL : cukup registrasi alamat website dan redirect pengunjung
2. Sertifikat SSl Berbayar
SSL berbayar wajib digunakan wesbite perusahaan, pelayanan dan transaksi yang membutuhkan keamanan lebih tinggi. Harga SSL berbayar sangat beragam tergantung jenis sertifikat, jangka waktu dan pemberi sertifikat. Kisaran harga SSL berbayar antara $10 hingga $500 per tahun. Caranya mendapatkannya :
- Penyedia Sertifikat : banyak penawaran brand seperti Comodo, Digicert dan GlobalSign
- Hosting Provider : membeli hosting dan sertifikat automatis
Kesimpulan
Setelah membaca artikel ini, sudahkah anda mengetahui apa itu ssl pada website? dan kenapa harus menggunakannya?. Mari kita review bersama, ssl pada website adalah tekhnologi perlindungan keamanan koneksi website yaitu antara server dan browser. SSL ini berupa sertifikat yang diberikan oleh CA (Certificate Authority) baik secara gratis maupun berbayar, ditandai ikon gembok dengan alamat URL berupa https.
Alasan kenapa harus menggunakannya adalah tentu karena fungsi dan manfaat SSL dalam menjamin keamanan data pribadi. Tidak hanya itu SSL juga mampu mengoptimalisasi website menjadi profesional, meningkatkan SEO dan mendorong website tampil di laman utama pencarian.
Terlebih lagi aturan saat ini industri sudah mengharuskan SSL dalam proses transaksi. Anda pasti tidak ingin website anda terkana masalah bukan? Oleh sebab itu, segera konsultasikan masalah Anda pada kami Sevenpion sekarang juga !

