Web Development Terbagi Dari Beberapa Bagian

web development

Web development adalah bidang yang sangat luas, jadi Anda harus memiliki gambarang umumnya terlebih dulu sebelum memutuskan untuk terjun lebih jauh ke dalamnya atau ingin membuat sebuah website.

Orang yang bekerja dibidang web development bisa kita sebut web developer. seorang programmer yang membuat program dan aplikasi untuk world wide web.

Seorang web developer tahu bagaimana cara membuat website dari nol, membuat kode custom jika memang Anda membutuhkan fitur khusus di website Anda. Mengembangkan semua mulai dari layout website sampai fitur dan fungsi websitenya.

Apa saja bagian dari Web Development?

Ada 2 bagian inti dari sebuah web development, yaitu front-end development dan back-end development. Namun dalam satu decade ini diperkenalkan istilah full-stack development, dimana bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus.

Fron-End Development

Front-end adalah bagian depan website yang diakses oleh user. Apa yang Anda lihat saat membuka website, mulai dari warna dan font tulisan sampai dengan menu dropdown dan slider yang ada pada website diatur dengan menggunakan coding HTML, CSS, dan JavaScript yang dikontrol oleh browser komputer Anda.

Bahasa Pemrograman Front-End Developer

  • HTML & CSS

HTML mewakili berbagai konten, seperti teks, paragraf, headline, dan tabel. Dikenal sebagai salah satu bahasa pemrograman paling mudah untuk digunakan, HTML merupakan point pertama yang harus diketahui oleh developer apapun. Apa pun bidang development yang dipilih, Anda wajib mempelajari HTLM agar tahu membuat dan mengelola website.

CSS, di sisi lain digunakan untuk mengutak-atik konten yang dibuat dengan HTML. Anggap saja website adalah semangkuk sup. HTML adalah sup dan teks yang tertera adalah mangkuknya. Sedangkan CSS adalah desain dan tata letaknya.

  • JavaScript

Setelah HTML dan CSS, maka bidang lain perlu digunakan adalah JavaScript. JavaScript digunakan untuk menghidupkan website. Bagian ini harus menguasai dengan baik karena dunia bisnis saat ini sedang membutuhkan website yang dinamis dan interaktif.

Dengan JavaScript, Anda bisa membuat website yang interaktif dengan beragam fungsionalitas. Misalnya tombol like Facebook, retweet Twitter, dan lainnya. JavaScript menghadirkan representasi visual bagi user serta membantu web developer untuk mencatat apa yang diklik oleh user.

Tools Front-End Developer

Selain fasih dalam bahasa pemrograman, front-end development juga harus familiar dengan framework seperti Bootstrap, Foundation, Backbone, AngularJS, dan EmberJS untuk memastikan bahwa konten akan selalu terlihat bagus di semua device atau mobile friendly.

Tidak hanya itu, Front-end developer juga diharapkan tahu tentang library seperti jQuery dan LESS yang menjadikan satu kode agar bisa digunakan dengan lebih efisien.

Fron-end bisa bekerja sama dengan designer untuk membuat mockups dari development (pengembang) sampai website itu jadi. Seorang Front-end juga harus ahli dalam mengidentifikasi masalah apa yang ada pada user experience dan memberikan rekomendasi selama proses desain agar mereka tidak memiliki masalah yang sama.

Front-End Developer sebagai orang yang bertanggung jawab atas tampilan depan website termasuk penyusunan serta pengelolaan website untuk membuat user interface dan user experience yang bagus bagi user website.

Seorang front-end diharuskan untuk memahami tiga bahasa pemrograman utama yaitu yang sudah disebutkan di atas HTML, CSS, dan JavaScript.

Back-End Development

Back-end development berhubungan dengan database. Back-end dari suatu website sama seperti ruang penyimpanan suatu toko, yang tentu saja tidak bisa dilihat ataupun dimasuki oleh para pengunjung bahkan pelanggan.

Back-end sebuah website terdiri dari sebuah server, aplikasi, dan database. Bertanggung jawab membangun dan mengelola teknologi yang mendukung ketiga komponen tersebut. Ini dilakukan agar front-end sebuah website bisa dibuat.

Untuk memastikan komunikasi antara server, aplikasi, dan database berjalan dengan lancar, back-end biasanya menggunakan bahasa pemrograman seperti PHP, Ruby, Python, Java, dan .Net untuk membangun aplikasi dan tools seperti MySQL, Oracle, dan Server SQL. Ini dibutuhkan untuk mencari, menyimpan, atau mengubah data, dan menyajikan ke coding front-end.

Bahasa Pemrograman dan Tools Back-End Development

  • PHP

Agar website Anda lebih fungsional bahasa pemrograman yang digunakan pada umunya adalah PHP. Bahasa pemrograman ini berkaitan dengan komunikasi antara website dan database.

Sering melihat formulir login kan? Formulir tersebut dibuat menggunakan PHP. Pada saat Anda mengetikan informasi login, PHP akan mempelajari dan mengecek apakah database informasi yang dimasukan benar atau tidak. Jika benar, maka Anda akan bisa masuk ke akun atau dashboard.

  • SQL

Jika website Anda mengumpulkan berbagai informasi dari user, seperti alamat email, nama, nama terkahir, dan data lainnya. Maka informasi ini harus disimpan dalam database. Dalam database, SQL digunakan untuk memfilter, menambahkan, menghapus, bahkan menggabungkan informasi seperti yang sudah disebutkan di atas.

Full-Stack Development

Peran ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010. Full-stack development adalah developer yang bisa bekerja secara cross-functional, dalam hal ini front-end dan back-end.

Full-stack developer juga harus memiliki pemahaman yang dalam tentang cara kerja website. Misalnya mengatur dan konfigurasi server Linux, menulis API server-side, menggunakan JavaScript untuk keperluan Front-end, dan menggunakan CSS untuk mendesain website.

Kesimpulan

Web Development merupakan bidang yang cukup luas, tetapi apapun jenisnya. Sevenpion sebagai jasa pembuatan website custom bisa membantu memecahkan masalah Anda untuk membangun sebuah website.

Untuk konsultasi dan penasaran ingin tahu apa yang sudah kami buat, Anda bisa mengunjung kami disini.

banner-promisi-jasa-pembuatan-website-profesional

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *