Istilah yang tertera dalam judul di atas agaknya sudah lazim kali terdengar. Bahkan, kosa kata tersebut dipergunakan di berbagai tempat, baik secara akademis maupun tidak. Akan tetapi, sejatinya, apa sih perbedaan entrepreneur dan entrepreneurship?
Jawabannya dapat Anda temukan secara lengkap di artikel ini. Pertanyaan tersebut pulalah yang menjadi alasan mendasar dibuatnya tulisan ini. Hal ini lantaran seringkali kedua diksi tersebut disalahartikan. Simak baik-baik penjelasannya berikut!
Apa itu Entrepreneur?
Mengacu kepada kamus daring Merriam-Webster, entrepreneur diartikan sebagai orang yang mengatur, memanajemen, dan memperkirakan resiko dari suatu bisnis atau perusahaan. Lantas apa kah diksi tersebut sudah teradopsi ke dalam bahasa Indonesia?
Kata “entrepreneur” memang sudah menjadi diksi resmi bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring memberikan penjelasannya dalam kalimat yang singkat dan padat. Entrepreneur berarti wirausaha yang menanggung resiko demi keuntungan.
Kedua makna yang telah disinggung merupakan arti leksikal dari kata tersebut. Kemudian timbul pertanyaan kedua, apakah ada penjelasan lain yang berasal dari seorang pakar ataupun ahli?

Thomas Zimmerer, seorang pakar wirausaha, turut memberikan sumbangsih dari tulisannya. Entrepreneur adalah orang yang memiliki keberanian untuk menerima dan menghadang ketidakpastian dari suatu bisnis. Semakin besar risikonya, tentu hasil yang akan diperoleh juga akan semakin besar, hal tersebut juga berlaku sebaliknya.
Berdasarkan tiga makna di atas, dapat ditarik titik tengah bahwasannya entrepreneur adalah orang yang berdiri di balik suatu bisnis. Kata kunci utama dari entrepreneur adalah “orang”, yang berarti subjek atau pelaku dari yang menjalankan suatu bisnis. Terus apa perbedaan entrepreneur dan entrepreneurship?
Apa itu Entrepreneurship? Apa Bedanya dengan Entrepreneur?
Usai memahami arti sebenarnya dari entrepreneur, Anda akan jauh lebih mudah mengerti deskripsi entrepreneurship. Sama dengan sebelumnya, penjelasan akan dimulai dengan makna leksikal terlebih dahulu.
Jika menyimak makna yang disajikan oleh Oxford Dictionary, entrepreneurship adalah aktivitas untuk menghasilkan uang dengan cara menjalankan suatu bisnis. Terlebih jika bisnis tersebut memiliki resiko terkait finansial.
Dalam bahasa Indonesia, diksi resmi yang bermakna sama dengan kata ini adalah kewirausahaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kewirausahaan sebagai “perihal wirausaha”. Atau bisa dikatakan sebagai proses dari kegiatan wirausaha yang dijalankan seorang entrepreneur.
Lebih lanjut, Zimmerer mendefinisikan entrepreneurship sebagai kegiatan untuk memunculkan sesuatu agar dapat memiliki nilai tambah dalam ekonomi. Sementara itu, Soeharto Prawiro menyatakan bahwa kewirausahaan adalah nilai yang diperlukan untuk membangun sebuah bisnis atau usaha.
Sudah nampak bukan perbedaan makna keduanya? Yap, benar sekali, jika entrepreneur adalah subjek atau pelakunya, maka entrepreneurship adalah proses, kegiatan atau aktivitasnya.
Berikut akan kami hadirkan contoh wirausahawan sukses yang kisah singkatnya dapat menginspirasi.
Contoh Kisah Sukses Seorang Wirausahawan
Setelah mengetahui perbedaan entrepreneur dan entrepreneurship, Anda perlu melihat beberapa contoh kisah sukses seorang wirausahawan yang telah meraih kesuksesan. Contoh ini kami hadirkan dalam rangka memberi Anda motivasi sekaligus informasi yang lebih mendalam terkait makna keduanya. Check this out!
Arianna Huffington
Nama tersebut mungkin masih asing bagi Anda. Kebanyakan orang jika ditanya tentang pengusaha sukses akan menjawab Steve Jobs, Jack Ma, ataupun Bill Gates. Kali ini kami akan coba menghadirkan beberapa nama yang dapat menginspirasi Anda untuk menjadi seorang entrepreneur.
Ariana Huffington lahir di Yunani pada 15 Juli 1950 dengan nama lahir Ariana Stassinopoulos. Ia menempuh pendidikan di Universitas Cambridge. Kemudian menikah dengan seorang miliuner minyak bernama Michael Huffington.
Ariana Huffington adalah pendiri HuffPost. HuffPost adalah sebuah situs web yang ia rintis bersama dengan Kenneth Leler dan Andrew Breitbart. Singkatnya, situs ini menyajikan artikel berita terkait politik, kehidupan, cerita individu, dan seterusnya.
Nadiem Makarim
Nama kedua yang muncul tidak lain tidak bukan adalah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Awal-mula nama beliau tersohor secara luas hingga pelosok Indonesia adalah sebagai seorang pendiri Gojek.

Akan tetapi, tahukah Anda, bahwa bapak menteri kita ini telah merasakan jatuh bangun sebelum berhasil melanglang buana bersama Gojeknya? Nadiem Makarim pernah mengungkapkan bahwa peluang gagalnya sebuah start-up sangatlah tinggi, yakni berada pada angka 90 persen.
Meski mengalami serangkaian jatuh-bangun, beliau mengklaim bahwa dirinya memang merasa mampu belajar lebih banyak ketika mengalami kegagalan ketimbang keberhasilan. Akibat kerja kerasnya, pria lulusan Harvard ini sekarang telah menjadi sosok figur seorang entrepreneur sukses.
Soichiro Honda
Melihat sekilas dari namanya, Anda akan langsung paham bahwa beliau adalah orang di balik Honda Company. Soichiro muda lahir pada tanggal 17 November 1906 di Komyo, Shizuoka, Jepang.
Sejak kecil, beliau memiliki minat yang mendalam pada bidang mesin. Terlebih, ayahnya memiliki bengkel reparasi alat pertanian. Alhasil Honda sudah terekspos dengan dunia permesinan sejak dini.
Dalam bidang akademik, Soichiro dapat dikatakan kurang maju. Bahkan, ia pernah dikeluarkan dari universitas akibat jarang menghadiri kelas. Meski demikian, otak jenius Honda tentang mesin memang sudah terlihat sejak kecil.
Honda mengalami jatuh bangun sebelum akhirnya berhasil mendirikan Honda Company yang merajai hingga saat ini. Produk buatannya pernah ditolak, pabriknya pernah dua kali terbakar saat perang, bahkan pabriknya pernah runtuh akibat gempa.
4 Tahapan Dalam Entrepreneurship
Usai mengetahui perbedaan entrepreneur dengan entrepreneurship dan contoh entrepreneur sukses. Sekarang kita akan membahas tahapan-tahapan dalam entrepreneurship. Simak berikut ini
1. Persiapan dan mulai dari hal kecil
Sebagaimana setiap hal yang ada di dunia ini, persiapan adalah kewajiban sebelum mengeksekusi suatu ide. Terlebih jika Anda memang tertarik untuk membuat bisnis dan menjadi seorang entrepreneur.
Pada tahap ini, Anda harus memiliki ide yang berbeda, maju, dan mampu melihat celah dalam pasar yang dapat dimanfaatkan. Ide tersebut haruslah ide yang sekiranya mampu bertahan dalam jangka waktu lama dan bersifat profitable.
Usai Anda memiliki ide, jangan terburu-buru untuk langsung menerapkannya secara besar-besaran. Anda dapat mencobanya dalam skala kecil untuk melihat dan mendapatkan data bagaimana respon target pasar. Jangan sampai ide brilian Anda ternyata tidak diperlukan pasar.
Usai melihat respon target, Anda dapat melakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) untuk memahami tantangan yang di hadapan. Jangan lupa bahwa Anda sedang berusaha untuk mendapatkan profit dari bisnis tersebut.
Prinsip dalam memulai bisnis jangan lupa untuk memulai dari hal yang paling kecil, hal yang paling bisa Anda lakukan, serta mulai dari sekarang! 🙂
2. Launching
Pada tahap ini, setelah mendapat respon yang sekiranya ide Anda telah diterima pasar. Saatnya Anda memulai mengimplementasikan ide brilian tersebut dalam bentuk sebuah usaha yang lebih serius. Anda harus memberikan perhatian ekstra pada bagian internal maupun eksternal dalam bisnis ini.
Sistem kerja, pembayaran, perlindungan, hak paten produk, hingga sistem organisasi adalah beberapa hal-ihwal internal yang perlu diperhatikan. Untuk eksternal, hal-hal seperti pemasaran maupun relasi merupakan kunci penting.
Anda perlu berfokus pada strategi pengenalan bisnis kepada khalayak dalam bentuk yang menarik dan menghasilkan hasrat “kebutuhan” dalam diri pasar. Hubungan relasi yang baik dengan orang yang dapat diandalkan juga diperlukan terkait urusan finansial maupun sebagai bantuan pengenalan bisnis Anda.
3. Problem

Tahap ketiga dalam tahapan entrepreneurship ini adalah mengenai problem. Pada tahapan ini, permasalahan akan mulai muncul dalam bisnis Anda. Masalah tersebut dapat muncul dari mana saja, seperti hak paten, gagalnya sistem pemasaran, kurangnya kualitas sumber daya manusia, dan seterusnya.
Sebagai seorang entrepreneur, Anda diwajibkan untuk segera mengidentifikasi masalah tersebut satu persatu untuk melalakukan perbaikan kedepannya.
4. Pengembangan, Inovasi, dan Evolusi
Pada tahapan ini, bisnis Anda telah berhasil mengudara dengan baik, target pasar antusias, dan profit mulai meningkat. Perlu diingat, Anda perlu untuk terus memberikan pengembangan maupun inovasi dalam bisnis tersebut.
Mempertahankan target market sekaligus menghadirkan inovasi terkini agar pasar terus-menerus mengalami hasrat “kebutuhan” adalah poin utama pada tahap ini. Jika Anda berhasil melakukannya secara konsisten, terus-menerus, profit yang menguntungkan sudah siap menanti untuk diterima.
Kesimpulan: Perbedaan Entrepreneur dan Entrepreneurship
Anda telah mengenal perbedaan entrepreneur dan entrepreneurship, kisah sukses, serta tahapan-tahapan dalam entrepreneurship. Pada intinya, entrepreneur adalah lakon/orang di belakang berdirinya sebuah usaha. Sedangkan entrepreneurship adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan seorang entrepreneur di dalam usaha tersebut.
Contoh entrepreneur yang telah kami hadirkan semoga dapat memberikan Anda motivasi yang kuat untuk memulai bisnis sendiri. Barangkali Anda memiliki keahlian dalam hal menulis, jurnalistik, maupun strategi SEO. Maka Anda dapat mencoba mengikuti jalan entrepreneur Ariana Huffington yakni membangun sebuah website untuk kegiatan bisnisnya.
Untuk membuat website Anda tidak perlu memahami atau membuatnya sendiri karena akan terlalu ribet. Sevenpion merupakan sebuah software company yang berfokus pada layanan jasa pembuatan website custom. Melalui layanan ini kami membantu para entreprenuer untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis mereka. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang disini atau tekan banner dibawah ini 🙂


Fajar anugrah hutabarat