Robotic Process Automation (RPA) adalah sebuah teknologi dalam sistem perangkat lunak yang memudahkan pekerjaan manusia secara sederhana. Artinya, fungsi RPA pada era digital sudah menjadi pendamping sehari-hari dalam pekerjaan manusia masa kini, contoh RPA seperti pembayaran pesanan, melacak pengiriman, password reset, dan masih banyak lainnya.
RPA memiliki banyak fungsi hanya dengan satu sistem yang mendasari. Satu kali klik mouse dan ketukan keyboard lalu sinyal dapat dikirim sebagai perintah pada sistem RPA dengan otomasi sekali jadi dalam hitungan detik seperti CTA pada kebanyakan website yang merujuk penggunanya untuk memberikan sebuah aksi. Otomasi yang dilakukan RPA menggunakan aspek digital yang sering digunakan oleh aplikasi berbasis web dan mobile, sehingga semua orang dapat mengakses dengan mudah.
Apa itu RPA?
Sebuah bagian dari program back end yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerja dengan ketepatan maksimal. Secara garis besar ketepatan yang dihasilkan RPA dapat mengurangi jumlah kerugian kecil yang apabila di bairkan dalam jangka waktu panjang akan membuat beban kerja bertambah dan produktifitas karyawan menurun.
Definisi RPA
RPA merupakan robot digital yang terdapat di dalam software untuk melakukan perintah komputer dalam sekali klik menggunakan mouse atau perintah yang terstruktur, berulang, dan rutin pada proses bisnis maupun tugas yang biasanya dapat dilakukan oleh manusia.
Sistem perulangan sederhana ini dapat mempercepat pekerjaan manusia dengan akurasi dan waktu lebih cepat 100%. Walaupun digunakan selama 24 jam tidak menurunkan performa RPA sama sekali, RPA hadir pada era digital memberikan manfaat berupa bantuan sebagai asisten manusia agar bekerja lebih efektif.
Robotic Process Automation menurut praktisi terbagi pada 3 kategori teknologi utama yaitu probots, knowbots, dan chatbots lalu ketiga teknologi tersebut pecah menjadi evolusi terbaru diantaranya, artificial intelligence, screen wrapping, dan workflow automation.
Dengan proses tersebut mampu mengotomasi proses volume tinggi secara berkala menggunakan interaksi manusia dalam sistem digital. Robot ini bukan seperti AI pada umumnya yang berbentuk fisik, melainkan sebuah piranti software dalam perangkat yang berfungsi memberikan respon aksi tertentu bagi para penggunanya.
Karakteristik RPA
RPA di kenal sebagai bot juga, karena dapat menyalin, mengunggah, meng-estrak data, melakukan perhitungan, pemindahan file, serta masuk program. Banyak pekerjaan yang tadinya dilakukan oleh manusia kini berpindah pada robot perangkat lunak. Hal tersebut dapat membuat sebagian orang bingung karena perubahan karakteristik sistem tradisional ke otomasi digital. Berikut karakteristik RPA yang memberikan dampak efisien bagi manusia:
1. Bersifat efisien / skala
Mampu beradaptasi secara cepat pada perubahan beban kerja yang bervariatif, secara pengurangan atau penambahan sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan kerja.
2. Memiliki sifat non-invasif
Sifat RPA yang ringan, andal, cepat, dan hemat biaya tidak memerlukan perubahan besar pada sistem TI, sehingga saat proses integrasi pada asetnya cukup mudah dalam waktu singkat.
3. Perulangan sederhana
Ciri khas lainnya yaitu meniru tindakan manusia yang cukup sederhana. Namun, RPA dapat bekerja secara praktis dan efisien, sistemnya tidak bentrok meskipun dilakukan secara terus-menerus dengan user berbeda-beda.
4. Tidak mengganggu sistem lain
Sering kali digunakan secara realtime, kinerja Robotic Process Automation tidak bersifat konstruktif bagi pemograman lain. Software ini tetap pada strukturnya yaitu front end.
Fungsi RPA
Automasi pengguna RPA mengacu pada alur kerja yang menghubungkan beberapa proses bisnis menggantikan tugas individu dalam indeks berulang. Fungsi-fungsi saling terhubung satu sama lain membentuk struktur beraturan untuk menghubungkan alur kerja dari awal hingga selesai sehingga terbentu alur kerja yang lengkap. Berikut beberapa fungsi RPA yang bertugas membantu alur kerja manusia:
- Mengoperasikan aplikasi menggunakan antarmuka pengguna.
- Meniru tindakan manusia.
- Otomasi dengan sekali klik
- Bekerja secara continue/terus-menerus
- Mengolah data
- Akurasi tinggi
- Melakukan proses volume transaksi tinggi
- Mengambil keputusan berdasarkan prediktif dan aturan standar
Manfaat RPA
Pengertian RPA tentu sudah menggambarkan manfaat yang akan dirasakan oleh para penggunanya. Dimulai dari kemudahan, fleksibilitas, berskala, teratur, dan efektivitas. Secara tidak langsung menjadi bagian struktur yang terorganisir. Berikut beberapa manfaat RPA dilansir dari Microsoft beserta penjelasannya.
1. Hemat Biaya
Pembuatan aplikasi berbasis API yang dapat terhubung satu sama lain memerlukan biaya sangat mahal, terlebih apabila ingin berintegrasi dengan perusahaan besar yang memiliki sistem ERP. Dalam kasus seperti ini diperlukan tim programmer terampil serta tambahan karyawan. Dengan menggunakan intutive code-free interface salah satu fitur yang memberikan keuntungan bagi pengguna rpa adalah bot lebih cepat dan memotong pekerjaan karyawan sebesar 40% dari pada menggunakan cara manual.
2. Hemat Waktu
Pekerjaan yang biasanya dilakukan memakan waktu banyak akibat program yang begitu kompleks dapat terselesaikan dengan cepat. Selain itu, karena mampu men-copy perulangan sederhana yang dilakukan oleh manusia seperti transaksi manual kini bisa berpindah via online. Alhasil, manusia dapat lebih fokus terhadap pekerjaan yang lebih rumit.
3. Minimalisir kesalahan manusia
Karena termasuk pada kategori robot konsisten yang tidak memiliki keterbatasan dalam fisik dan tidak mudah lelah, hal ini berbanding terbalik pada manusia yang umumnya memiliki jam produktif dari pagi hari hingga menjelang sore. Sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara akurat serta terus-menerus
4. Skalabilitas
RPA mampu beradaptasi pada jenis sistem yang kompleks pada lingkungan tidak pasti dan waktu yang dapat berubah-ubah. Beban kerja yang diberikan pada robot perangkat lunak ini dapat ditangani secara fleksibel.
5. Meningkatkan ROI
Salah satu fungsi RPA yaitu tingkat akurasi tinggi, akibatnya produktifitas kerja meningkat beberapa proses signifikan dari waktu ke wakt.
Implementasi Penerapan RPA Pada Bisnis
Penerapan implementasi RPA ruang lingkup bisnis berdampak kepada pemetaan perangkat yang lebih struktural dan aman. Pengembang departemen IT, Keuangan, sampai HR menemukan solusi tercepat dari perulangan manual sampai pada tahap maksimal di era digital. Contoh penerapan RPA dalam bisnis:
1. Departemen IT
RPA menyesuaikan segala bentuk bisnis yang sedang berlangsung. Jika digunakan pada sistem Teknologi Informasi (IT) dapat menurunkan beban kerja, mengurangi risiko keamanan dan memonitoring aplikasi yang sedang berjalan.
2. Departemen Keuangan
Manfaat yang bisa diterapkan pada bisnis lain yang memiliki sistem RPA adalah proses transaksi dapat terselesaikan dengan cepat dan aman karena proses ini tidak dilakukan secara face to face yang memakan banyak waktu.
3. Departemen HR
Semenjak pandemi marak, pola kerja masyarakat mulai berbenah dari Work From Office (WFO) menjadi Work From Home (WFH), memantau dari keadaan tersebut sistem absensi, pemantauan kerja, hingga laporan hasil kerja dilakukan secara daring. Adanya RPA memudahkan semua departemen saling terkoneksi, absensi dan pembayaran slip gaji dapat dilakukan dengan efisien.
Contoh rpa diatas adalah bagian dari manfaat yang ditawarkan pada perangkat rpa, karena bertugas melakukan perilaku sederhana manusia untuk proses bisnis digital secara akurat dan berulang sehingga mampu menghasilkan kinerja lebih produktif, tertata, serta continue.
Fleksibilitas yang digunakan oleh RPA memudahkan manusia di era digital, dengan begitu manusia dapat memaksimalkan manfaat robotic process automation agar menghasilkan output secara digital maupun efektivitas tenaga kerja.
Otomasi membuat perusahaan anda lebih akurat dan efisien, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut Anda bisa berkonsultasi dengan tim Sevenpion disini.

