Sudahkah anda mendengar istilah ini? Cross Selling adalah salah satu dari strategi marketing yang paling digemari pebisnis jaman sekarang. Cara ampuh membuat pembeli tidak sadar menghabiskan uangnya secara suka rela untuk membeli produk kita.
Apakah anda pernah merasakan, ketika anda berniat membeli satu produk saja tapi anda malah membeli 3 produk sekaligus? inilah yang disebut dampak strategi cross selling. Lebih jelasnya, perhatikan ulasan dibawah ini!
Dalam strategi marketing dibagi menjadi tiga yaitu, up selling, cross selling dan down selling. Diantara ketiganya kita akan membahas cross selling terlebih dahulu. Urutan tengah biasanya seringkali terlupakan, tapi justru strategi ini paling banyak digunakan. Cross selling artinya suatu seni berjualan dengan menawarkan produk lain sebagai pelengkap untuk meningkatkan daya beli konsumen.
Tidak hanya bicara, berjualan juga ada seninya. Oleh karena itu saya menyebut cross selling sebagai seni, dimana kita bisa membuat semua produk laku tanpa membuat konsumen merasa terpaksa membelinya. Namun, justru merasa senang hati dan merasa terbantu dengan membeli produk kita.
Kelebihan cross selling salah satunya adalah mampu memaksa konsumen tanpa merasa dipaksa atau rasa terpaksa. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah memang kita sedikit memaksa agar produk dibeli. Oleh karena itu, seni memaksa ini harus dilakukan hati-hati agar tidak menggangu atau memberi kesan buruk pada konsumen.
Cara cross selling ada juga yang menyebut sebagai soft selling, yaitu berjualan melalui kesan halus mengalir saja tapi bisa closing. Biasanya cara soft selling banyak digunakan pada bisnis ritel baik online maupun offline. Seperti apa bentuk contoh cross selling dalam dunia sehari-hari? lebih jelasnya pada paragraf berikut.
Saya ingin tau apakah anda pernah menjadi korban cross selling? Misalnya anda akan membeli 1 masker saja, tapi anda malah membeli 3 masker beserta dengan wadah dan kuasnya? Hal ini merupakan contoh cross selling paling sederhana. Masih banyak contoh cross selling yang diterapkan dalam bisnis online maupun offline.
Anda bisa menyimak contoh cross selling sebagai berikut :
Dapat dilihat pada gambar, contoh cross selling adalah pada produk pelengkap. Coba bandingkan ketika membeli satu burger seharga 20k dengan membeli satu paket dengan tambahan kentang dan minuman harganya menjadi 27k. Terkesan lebih tinggi memang, namun ketika dijual terpisah harga justru melebihi harga paket tersebut. Sehingga konsumen tidak tertarik membeli.
Contoh cross selling lainnya sebagai produk pelengkap. Sebentar lagi musim lebaran, musimnya belanja pakaian baru. Ketika di toko anda melihat manekin tampak begitu apik dilihat menggunakan pakaian yang serasi. Anda jadi tergoda, awalnya hanya ingin membeli atasan saja menjadi beli satu set atasan, bawahan beserta kerdungnya.
Tujuan adanya paket adalah agar produk lain juga bisa ikut laku. Tanpa sadar cross selling memaksa konsumen mengeluarkan uang saku lebih dalam secara sukarela.
Produk sejenis adalah produk yang memiliki kemiripan baik secara fungsional maupun bahan. Contoh cross selling berupa produk sejenis paling mudah kita temui adalah pada bazar, event pameran atau media belanja online. Contohnya :
Cara ini efektif mendorong konsumen untuk membeli lebih dari satu produk yang memiliki kemiripan.
Tidak jarang hal ini bisa terjadi. Ingatkah anda? saat anda pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan atau membayar tagihan listrik. Kemudian sang kasir menawarkan anda “sekalian pulsanya Pak” Mungkin saat itu anda tidak langsung beli. Karena pulsa memang bukan barang sejenis, namun ketika ada tawaran beli pulsa gratis minuman dingin atau diskon 30%. Apa yang anda pikirkan?
Tentunya banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan jika menerapkan cross selling dalam bisnis jaman sekarang. Melihat kebiasaan dan perilaku konsumen saat ini cenderung tergesa-gesa, serba ingin cepat (instant). Maka, berikut ini manfaat cross selling adalah :
Hampir sama dengan manfaat cross selling, cross selling juga memiliki kelebihan dari strategi marketing lainnya. Kelebihan cross selling adalah :
Strategi penerapan cross selling erat kaitannya dengan CRM (Customer Relationship Management) yaitu kepuasan konsumen. Sebenarnya prinsip cross selling adalah meningkatkan daya beli serta mengubah gaya hidup konsumen menjadi lebih konsumtif dengan cara menawarkan produk tambahan lain.
Agar bisa menawarkan produk lain secara maksimal, kita harus tau kebutuhan konsumen, kebiasaan serta barang apa saja sebagai produk penunjang melalui database. Kombinasi data tersebut akan menunjukkan suatu korelasi produk yang dicari dan produk yang dapat dikembangkan. Secara lebih detail dapat dilihat dari aplikasi berbasis website. Untuk itu, anda sebaiknya menggunakan bantuan jasa teknologi.
Beberapa strategi penerapan cross selling adalah :
Yaitu menentukan produk yang bisa dijual bersamaan dalam sebuah paket penjualan. paket penjualan ini bebas, bisa produk sejenis atau bukan. Tujuannya bisa untuk meningkatkan penjulan suatu produk atau menghabiskan stok agar cepat ganti siklus produk. Penerapan cross selling ini dapat berupa :
Strategi penerapan cross selling kedua adalah menentukan produk atau layanan apa yang biasa dibeli konsumen secara bersamaan sebelumya. Pemilik bisnis harus memiliki data base konsumen yang melakukan pembelian berulang-ulang. Tujuannya adalah untuk memudahkan menjangkau kembali konsumen melakukan pembelian ulang. Misal :
Data base konsumen meliputi profil pembeli, data mining dan data warehouse. Anda bisa menggunakan bantuan jasa untuk menganalisa profil konsumen.
Penerapan strategi cross selling adalah dengan cara membuat konsumen merasa istimewa, karena ini erat berhubungan dengan kepuasan serta kesetiaan pelanggan. Memudahkan mengetahui mana pelanggan yang harus dijaga yaitu pelanggan setia dan calon pelanggan strategis. Cara tersebut dapat berupa :
Yaitu mengetahui produk atau layanan yang akan dibeli oleh pelanggan berdasar selera, budaya atau motivasi. Konsumen cenderung akan melakukan pembelian pada barang yang mereka sukai daripada mereka butuhkan. Penerapan strategi cross selling dapat berupa :
Pada intinya kecenderungan pembelian ini adalah buat perjalanan konsumen anda menjadi menarik dengan produk tambahan sebagai produk pelengkap yang anda miliki. Arahkan konsumen pada produk yang sesuai dengan selera dan minatnya.
Tanggapan berupa baik atau buruknya suatu produk atau layanan. Ulasan produk hampir sama dengan testimoni berisi tentang cara pemakaian, kondisi barang, kondisi bahan, keseuaian pesanan, dll. Contoh strategi penerapan cross selling berupa ulasan produk misalnya :
Cross selling adalah suatu seni memaksa konsumen membeli produk secara halus tanpa sadar, sehingga konsumen dengan senang hati mengeluarkan uang berlebih. Akibatnya profit berlipat melalui tingkat penjualan produk.
Banyak cara yang bisa diterapkan mulai dari paket penjualan hingga ulasan. Namun, untuk memaksimalkan penjualan kita harus paham dulu apa kebutuhan konsumen, apalagi pelanggan setia yang sudah bertahun-tahun.
Perlu adanya data base berbasis aplikasi untuk menganalisa datanya. Jika anda belum familiar dengan ini, konsultasikan dengan tim Sevenpion sekarang!
Dalam era di mana teknologi membentuk cara kita mengorganisir dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, kehadiran…
Penting untuk mencermati bahwa Website Game Manajement System (WGMS) memiliki peran yang penting dalam menyelenggarakan…
Memang tidak akan ada habis-habisnya untuk terus mengulik lebih dalam tentang dunia bisnis. Kali ini…
Apa itu segmentasi pasar? dalam dunia bisnis, segmentasi pasar merupakan aspek yang sangat penting untuk…
Dunia digital marketing yang kini tengah mengalami lonjakan drastis tentunya memerlukan perhatian lebih dari hampir…
Jika kamu adalah peminat bisnis, seorang pengusaha, atau pemula pada bidang pemasaran artikel ini cocok…
This website uses cookies.